Telemedicine Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura

UNPATTI,- Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura berdiri sejak tahun 2008 dengan visi sebagai pusat pengembangan pendidikan dokter yang berorientasi di lingkungan laut pulau. Dekan Fakultas Kedokteran Dr. dr. Bertha J. Que, Sp.S., M.Kes, mengatakan untuk mendukung visi ini kami mengembangkan kurikulum dengan Mata Kuliah Dokter Pulau I sampai IV yang mungkin berbeda dengan Fakultas Kedokteran lainnya. Jadi, Fakultas Kedokteran Unpatti mempersiapkan Dokter Pulau yang siap ditempatkan di Pulau-pulau Provinsi Maluku. Lanjut dikatakan, kenapa Fakultas Kedokteran Unpatti perlu membentuk atau menghasilkan Dokter Pulau? Karena Provinsi Maluku merupakan Daerah Kepulauan, dimana 94,4% adalah perairan dan 7,6% merupakan daratan, yang terdiri dari 9 Kabupaten, 2 Kota serta 1.340 Pulau. “Strategi Gugus Pulau yang dicanangkan Provinsi Maluku merupakan upaya untuk menjawab tantangan Wilayah Kepulauan. Strategi lainnya untuk mendekatkan layanan kesehatan adalah dengan penyediaan pelayanan kesehatan bergerak misalnya spit dan pelayanan kesehatan berbasis Telemedicine seperti yang tertuang dalam peraturan Menteri Kesehatan Nomor 90 Tahun 2015”, tutur dekan Fakultas Kedoteran Unpatti, Dr. dr. Bertha J. Que, Sp.S., M.Kes saat melakukan wawancara langsung dengan Humas Unpatti,  yang berlangsung di Lantai 1 Fakultas Kedokteran, Jumat (15 Januari 2021).

Dekan menambahkan, setelah kami mempersiapkan Dokter Pulau, perlu sediakan fasilitas penunjang layanan sehingga Alumni Fakultas Kedokteran Unpatti ketika mengalami kesulitan dalam menangani pasien di kepulauan dapat melakukan konsultasi via Telemedicine dengan konsulen (Dokter Spesialis) sesuai kompetensi. Beliau juga menambahkan, ketika alam tidak bersahabat untuk dilakukan rujukkan, para alumni atau para dokter yang berada di kepulauan bisa dituntun untuk melakukan kasus emergency. “Berbagai inovasi terus kami lakukan untuk menjangkau masyarakat yang selama ini sulit di jangkau dengan pemanfaatan IT yakni Telemedicine”, tutupnya.

Kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Pre Klinik Fakultas Kedokteran Unpatti, dr. Parnington Yosi Silalahi, Sp.S mengatakan saat ini ada 15-20% kurikulum tambahan pendukung di Fakultas Kedokteran Unpatti. Kata dr. Silalahi, Provinsi Maluku merupakan Daerah Kepulauan, jadi tambahan kurikulum pendukung harus berhubungan dengan kelautan dan keluatan menjadi nilai tambah. “Salah satu asesor mengatakan, Fakultas Kedokteran Unpatti bisa Go International kalau jeli melihat kesempatan dan kesempatan yang dilihat adalah kelautan. Menurut asesor, saat akreditasi tahun 2017 yang memiliki Visi dan Misi tentang Kelautan adalah Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, sehingga menurut mereka lewat Visi dan Misi tersebut dapat mempromosikan kelautan yang ada di Provinsi Maluku” tutur Kaprodi Pre Klinik FK Unpatti. Lanjut dikatakan, saat berkonsultasi dengan para dokter yang berada di kepulauan, ditemukan kesulitan yakni sistim rujukan pasien karena Provinsi Maluku diperhadapkan dengan pergantian musim misalnya Ombak, sehingga rujukan merupakan salah satu kesulitan yang dihadapi Dokter Kepulauan. “Dari dulu kita sudah berpikir bagaimana caranya membuat link antara Alumni FK maupun Dokter Kepulauan untuk bisa bertukar pendapat dengan Dokter Ahli yang berada di Kota. Telemedicine merupakan salah satu alternatif yang sementara direncanakan dan dapat memberikan keuntungan serta menjadi database”, kata Kaprodi Pre Klinik FK Unpatti. Beliau menambahkan, Telemedicine juga mendukung program pemerintah khususnya Pemerintah Daerah. Jadi, secara keseluruhan Peta Provinsi Maluku dibagi dalam 12 Gugus Pulau, antara lain :

  1. Gugus Pulau Buru
  2. Gugus Pulau Seram Barat
  3. Gugus Pulau Seram Utara
  4. Gugus Pulau Seram Timur
  5. Gugus Pulau Serat Selatan
  6. Gugus Kepulauan Banda
  7. Gugus Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease
  8. Gugus Pulau Kei
  9. Gugus Kepulauan Aru
  10. Gugus Kepulauan Tanimbar
  11. Gugus Kepulauan Babar
  12. Gugus Pulau-Pulau Terselatan

Lanjut dikatakan, untuk pelaksanaan Telemedicine, perlu kerjasama dengan PEMDA setempat untuk memperbaiki sistim jaringan informasi khususnya Sinyal Internet. penjabaran Mata Kuliah Dokter Pulau I sampai IV antara lain :

  1. Dokter Pulau I mempelajari tentang iklim/suasana, sosiodemografi masyarakat pesisir pulau
  2. Dokter Pulau II mempelajari tentang cara survive diatas kapal, cara membaca navigasi, cara mengendarai kendaraan laut (Speedboat)
  3. Dokter Pulau III mempelajari tentang kesehatan menyelam
  4. Dokter Pulau IV mempelajari tentang membuat riset yang berhubungan dengan bawah laut (Dilakukan penelitian untuk menjadi obat-obat terbaru)

“Perlu diketahui, Kurikulum Kedokteran untuk seluruh Indonesia Kualitas sudah disamaratakan. Karena Kurukulim dan Mata Kuliah sudah disamakan seluruhnya serta meluluskan seorang dokter melalui mekanisme Ujian Nasional serempak dilakukan di seluruh Indonesia”, tandasnya. Beliau berharap, bukan hanya FK Unpati akan tetapi Unpatti dapat Go International dengan kelautannya.

Berikut dapa disimak Video Terkait Telemedicine Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura

https://drive.google.com/file/d/12jluAoFs-QYDVcuROGRcJSpSwof0SUsC/view?usp=drivesdk

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *