Jusuf Kalla Beri Orasi Ilmiah pada Wisuda Unpatti, Ajak Lulusan Bangun Masa Depan Maluku

UNPATTI,- Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, hadir memberikan orasi ilmiah pada Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas Pattimura dalam rangka Wisuda Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor Periode Oktober 2026, Senin (2/11), bertempat di Auditorium Universitas Pattimura, Kampus Poka, Ambon. Dalam orasinya, Jusuf Kalla mengajak para lulusan untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, serta mengambil peran dalam pembangunan daerah dengan memanfaatkan potensi dan kekayaan alam Maluku.

Ia menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal bagi para lulusan untuk menghadapi tantangan kehidupan dan dunia kerja. Perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan global menuntut setiap orang untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan diri.

“Belajar adalah tuntutan seumur hidup. Anda tidak bisa berhenti belajar karena ilmu pengetahuan terus berkembang. Apabila tidak terus belajar, kita akan tertinggal,” ungkapnya.

Jusuf Kalla juga mengajak para lulusan agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi berani menciptakan lapangan kerja. Menurutnya, Maluku memiliki potensi besar di bidang kelautan, perikanan, rempah-rempah, dan energi yang perlu dikembangkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, penelitian, serta industri pengolahan.

Terkait pengembangan sektor energi, termasuk proyek Blok Masela, ia mengingatkan pentingnya kesiapan sumber daya manusia lokal agar dapat terlibat langsung dan memperoleh manfaat dari pengelolaan kekayaan alam daerah.

“Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton ketika kekayaan alamnya dikembangkan. Masyarakat setempat harus memiliki kemampuan agar terlibat langsung dalam kemajuan daerahnya,” tuturnya.

Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan ekonomi, Jusuf Kalla mengajak masyarakat Maluku untuk terus menjaga persatuan dan perdamaian. Pengalaman konflik sosial yang pernah terjadi hendaknya menjadi pelajaran bahwa pembangunan membutuhkan kehidupan yang harmonis, keadilan, dan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat. Ia berharap para lulusan dapat membawa semangat keberanian, persatuan, dan pengabdian dalam membangun daerah.

Sementara itu, Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik atau ukuran jumlah lulusan yang dihasilkan, tetapi merupakan bentuk pertanggungjawaban publik universitas atas kontribusinya bagi masyarakat, bangsa, dan dunia global.

Rektor menjelaskan bahwa Universitas Pattimura terus menjalankan transformasi institusi melalui tiga pilar utama. Pertama, akselerasi capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), antara lain melalui peningkatan kualitas lulusan yang memperoleh pekerjaan layak, pengalaman mahasiswa di luar kampus, keterlibatan dosen di luar perguruan tinggi, serta pemanfaatan hasil kerja dosen oleh masyarakat dan dunia industri.

Kedua, penguatan mutu akademik melalui pemutakhiran kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), pengembangan ekosistem penelitian dan kolaborasi dosen dengan mahasiswa, serta integrasi teknologi digital dalam pembelajaran. Upaya ini diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki penguasaan teori, kemampuan analisis, etika profesional, dan daya adaptasi.

Ketiga, transformasi menuju World Class University melalui penguatan jejaring internasional, peningkatan publikasi ilmiah bereputasi global, mobilitas internasional mahasiswa dan dosen, serta tata kelola universitas yang transparan dan akuntabel.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa Universitas Pattimura saat ini memiliki 19 program studi dengan akreditasi unggul. Sebanyak 18 program studi sedang diusulkan untuk mengikuti proses akreditasi internasional dengan visitasi lapangan yang dijadwalkan pada November 2026. Unpatti memiliki 1.343 aparatur sipil negara (ASN), dengan 127 guru besar, di antaranya 95 guru besar aktif, serta 423 dosen bergelar doktor dan 756 dosen bergelar magister. Jumlah mahasiswa aktif pada Tahun Akademik 2026/2027 mencapai 32.842 orang.

Rektor turut menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang berhasil meningkatkan kualifikasi akademik, serta ucapan terima kasih kepada orang tua dan wali wisudawan, pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Maluku, pemerintah kabupaten/kota se-Maluku, Kepala LLDIKTI Wilayah XII, dan pimpinan perguruan tinggi yang selama ini menjalin kerja sama dengan Unpatti.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Senat Universitas Pattimura, Prof. Dr. Tony D. Pariela, M.A., mengajak para wisudawan dan wisudawati untuk tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga mengembangkan kecerdasan spiritual dan sosial sebagai bekal berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam sambutannya, Prof. Tony mengajak para lulusan merefleksikan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan melalui tiga momentum penting pada bulan Oktober, yakni Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober, Hari Ulang Tahun ABRI pada 5 Oktober, dan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Ketiga momentum tersebut mengandung nilai ketangguhan ideologi, kedisiplinan dan pengabdian, serta semangat persatuan di tengah keberagaman.

Ia mengajak para lulusan untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghargai, bersimpati, dan berempati. Di tengah dinamika perubahan sosial budaya, ekonomi, politik, hukum, serta pertahanan dan keamanan, para lulusan diharapkan mampu mengembangkan kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial untuk menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang.

Wisuda Periode Oktober 2026 mengukuhkan 1.713 lulusan, terdiri atas 1.621 sarjana, 1 profesi guru, 15 profesi dokter, 70 magister, dan 6 doktor. Jumlah tersebut telah mencakup 56 lulusan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kabupaten Kepulauan Aru dan 56 lulusan PSDKU Kabupaten Maluku Barat Daya. Sebanyak 186 lulusan berhasil meraih predikat cumlaude.

Melalui momentum wisuda ini, Universitas Pattimura berharap para lulusan mampu mengembangkan potensi diri, mengimplementasikan ilmu pengetahuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pesan dalam orasi ilmiah Jusuf Kalla serta sambutan Rektor dan Ketua Senat menjadi bekal bagi para lulusan untuk terus belajar, menjaga nilai kebangsaan, dan mengambil peran dalam membangun masa depan Maluku.

Skip to content