UNPATTI,- Universitas Pattimura (Unpatti) menjadi salah satu klaster pelaksanaan Tes Talenta Unggul Nasional (TUNAS) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026 di wilayah Indonesia Timur. Pelaksanaan tes secara luring berlangsung pada 29 September 2026 di Gedung Regrestasi Unpatti.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd., mengatakan berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), sebanyak 892 lulusan terbaik Unpatti dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,50 termasuk dalam penjaringan awal TUNAS.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 345 peserta memperoleh undangan untuk mengikuti tes melalui klaster Unpatti. Sebanyak 316 peserta mengikuti tes di Unpatti, sementara peserta lainnya memilih lokasi tes yang lebih dekat dengan tempat tinggal masing-masing.
Dr. Kubangun berharap alumni Unpatti yang mengikuti TUNAS dapat memperoleh kesempatan untuk terserap dan diberdayakan pemerintah sesuai dengan kebutuhan sumber daya manusia pada bidang-bidang strategis nasional.
Sementara itu, Koordinator TUNAS Unpatti, Prof. Natelda R. Timisela, S.P., M.P., mengatakan pelaksanaan tes TUNAS secara luring berlangsung pada 28–30 September 2026 di berbagai klaster di seluruh Indonesia. Tes dilaksanakan dengan materi yang sama di seluruh klaster, yaitu Adversity Quotient (AQ) serta Spirit and Grit. “Program TUNAS saat ini berada pada tahap pelaksanaan tes secara luring. Untuk Universitas Pattimura, pelaksanaannya berlangsung pada 29 September 2026,” ujar Natelda.
Dijelaskan, peserta TUNAS memperoleh undangan resmi melalui email atau WhatsApp berdasarkan hasil kurasi data PDDikti. Seluruh proses seleksi TUNAS tidak dipungut biaya.
Natelda menjelaskan bahwa TUNAS bukan merupakan program Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun jalur pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan program pemetaan talenta untuk menyesuaikan kebutuhan sumber daya manusia pada delapan bidang strategis nasional.
Delapan bidang tersebut meliputi pangan, kesehatan, energi, hilirisasi dan industrialisasi, kecerdasan artifisial (AI) dan semikonduktor, material canggih dan manufaktur, pertahanan, serta maritim.
Program TUNAS menargetkan penjaringan 51.128 lulusan sarjana terbaik dari 50 program studi prioritas untuk masuk dalam database Talenta Unggul Nasional. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi bagian dari proses pemetaan dan pengembangan sumber daya manusia sesuai kebutuhan nasional.
Prof. Natelda mengimbau peserta untuk tetap fokus dan mengerjakan seluruh tahapan tes dengan sebaik-baiknya. Ia berharap para lulusan terbaik yang mengikuti TUNAS dapat memperoleh kesempatan untuk dikembangkan sesuai kompetensi dan kebutuhan bidang strategis nasional.











