Pattimura Law Fair Jadi Ruang Pengembangan Kemampuan Argumentasi dan Karakter Generasi Muda Maluku

UNPATTI,- Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Universitas Pattimura, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa debat hukum tidak sekadar menjadi ajang untuk menentukan pemenang dan peserta yang kalah, tetapi merupakan ruang untuk mengasah daya pikir, kemampuan berargumentasi, keberanian menyampaikan pendapat, sekaligus belajar menghargai perbedaan pandangan.

Hal tersebut diunggkapkan saat menutup kegiatan Pattimura Law Fair 2026 yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Pattimura Selasa, 29/9 di Auditorium Fakultas tersebut.

Menurut beliau, kemampuan akademik perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Prestasi dan kemampuan intelektual yang baik akan semakin bermakna apabila didukung dengan karakter yang baik, termasuk kemampuan menghargai perbedaan dan membangun sikap positif dalam kehidupan bermasyarakat.

Dr. Kubangun juga mendorong para peserta untuk menjadikan pengalaman mengikuti Pattimura Law Fair sebagai bekal untuk terus mengembangkan kemampuan dan berkompetisi pada jenjang yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Beliau berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan ketertarikan peserta untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Pattimura.

“Universitas Pattimura berkomitmen untuk terus menjadi bagian dalam pengembangan potensi generasi muda di berbagai wilayah Maluku. Kehadiran peserta dari berbagai kabupaten dan kota dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dan kecerdasan yang dimiliki” tutup Dr. Kubangun.

Ditempat yang sama Pembina UKM Pattimura Law Debate and Research Society Dr. Revency Rugeberg, S.H., M.H (PLDRS) Fakultas Hukum Universitas Pattimura menjelaskan, tahapan kompetisi diawali dengan babak 24 besar yang dilaksanakan secara daring, kemudian dilanjutkan ke babak delapan besar hingga penentuan juara. Dari tahapan tersebut, enam sekolah berhasil melaju ke babak final yang dilaksanakan secara langsung di Fakultas Hukum Universitas Pattimura.

Lanjut dijelaskan Pattimura Law Fair menjadi salah satu ruang yang dimanfaatkan Fakultas Hukum Universitas Pattimura untuk memberikan pengalaman kompetitif sekaligus pengembangan kapasitas bagi generasi muda di Maluku. Salah satu kegiatan dalam rangkaian Pattimura Law Fair adalah lomba debat tingkat Provinsi Maluku yang diikuti peserta dari 11 kabupaten dan kota.

Menurut beliau, kehadiran peserta dari berbagai wilayah Maluku menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan, mengingat kondisi geografis Maluku yang terdiri atas wilayah kepulauan. Peserta dari Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Seram Bagian Barat turut berhasil melaju ke babak final.

Untuk memberikan pengalaman kompetisi yang lebih luas, panitia menghadirkan dewan juri dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi. Selain dosen Fakultas Hukum Universitas Pattimura, juri juga berasal dari perguruan tinggi lain, birokrat, Sekretariat DPRD Kota Ambon, Kementerian Hukum dan HAM, hakim Pengadilan Negeri, profesor dari lingkungan Universitas Pattimura, praktisi hukum, serta BRIN.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan atmosfer kompetisi yang lebih luas bagi peserta. Lomba tidak hanya diarahkan untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta untuk melatih kemampuan mengelola emosi, menyusun gagasan, serta membangun argumentasi secara tepat.

Lebih lanjut, Pembina UKM PLDRS menjelaskan bahwa UKM Debat Fakultas Hukum Universitas Pattimura bergerak dalam pengembangan riset yang berkaitan dengan hukum. UKM tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan berdebat, menyusun gagasan, dan membangun argumentasi, sekaligus mempersiapkan mahasiswa mengikuti berbagai kompetisi debat yang diselenggarakan perguruan tinggi lain di tingkat nasional.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Sultan Babullah dari SMA Laboratorium Universitas Pattimura berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua diraih Tim Martha Tiahahu dari SMA Negeri 3 Seram Bagian Barat, sedangkan posisi ketiga diraih Tim Thomas Matulessy dari SMA Negeri 3 Ambon.

Skip to content