UNPATTI,- Semangat memberi dengan sukacita mewarnai pelaksanaan kegiatan Sehari Berkorban yang diikuti sivitas akademika Universitas Pattimura. Mengusung tema “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2 Korintus 9:7), kegiatan ini berhasil menghimpun dana sebesar Rp. 309.612.000 serta bantuan material berupa 60 dus tegel dan 50 sak semen untuk mendukung pembangunan Gereja Kampus Universitas Pattimura.

Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja Kampus Universitas Pattimura, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada Rektor Universitas Pattimura beserta seluruh sivitas akademika yang telah menunjukkan kepedulian dan memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat pembangunan fasilitas peribadatan di lingkungan kampus. Menurutnya, pembangunan Gereja Kampus merupakan tanggung jawab bersama seluruh keluarga besar Universitas Pattimura. Dr. Nur Aida mengajak seluruh sivitas akademika, untuk terus saling menopang serta tidak menunda partisipasi, karena sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi penyelesaian pembangunan gereja. Mengacu pada firman Tuhan dalam 2 Korintus 9:7, dikatakan bahwa setiap pemberian hendaknya dilakukan dengan kerelaan hati dan penuh sukacita, bukan karena keterpaksaan. Nilai keikhlasan tersebut, menurutnya, menjadi landasan dalam membangun kebersamaan dan semangat gotong royong di lingkungan Universitas Pattimura.
Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, Dr. Kubangun juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban kegiatan Sehari Berkorban periode Oktober yang berhasil menghimpun dana lebih dari Rp. 59 juta. Selain dukungan dalam bentuk dana, panitia menerima bantuan material dari para dekan dan mitra Universitas Pattimura. Seluruh rekapitulasi penerimaan dan penggunaan dana kemudian disampaikan kepada para dekan sebagai bentuk keterbukaan dalam pengelolaan dana pembangunan Gereja Kampus.
“Pembangunan Gereja Kampus merupakan tanggung jawab dan harapan kita bersama. Karena itu, saya mengajak seluruh sivitas akademika, alumni, dan semua pihak untuk terus saling menopang, saling menguatkan, dan memberikan dukungan sesuai dengan kerelaan hati agar pembangunan Gereja Kampus ini dapat segera diselesaikan dan digunakan sebagai tempat ibadah serta pembinaan iman bagi seluruh warga Universitas Pattimura,” ujar Dr. Nur Aida.
Sementara itu, Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, berharap pembangunan Gereja Kampus dapat diselesaikan sesuai target sehingga dapat mulai difungsikan pada bulan Desember tahun ini.
Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus memelihara semangat kebersamaan dan saling menopang dalam mendukung penyelesaian pembangunan Gereja Kampus. Menurutnya, setiap bentuk dukungan, baik berupa dana, material, tenaga, maupun doa, merupakan wujud nyata kepedulian dan kasih dalam membangun rumah ibadah yang akan menjadi milik bersama serta pusat pembinaan kerohanian bagi sivitas akademika Universitas Pattimura.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ibadah bersama yang diikuti oleh pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Elza Kitu Homa/Persulessy, S.Si yang dalam khotbahnya mengajak seluruh peserta untuk memaknai memberi sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan. Setelah ibadah, kegiatan Sehari Berkorban dilanjutkan dengan penjualan kue, pengumpulan amplop persembahan, dan lelang lagu yang berlangsung meriah serta mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta.
Melalui kegiatan Sehari Berkorban ini, diharapkan semangat memberi dengan sukacita terus bertumbuh di tengah sivitas akademika Universitas Pattimura. Nilai kebersamaan, kepedulian, dan pengorbanan yang ditunjukkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Gereja Kampus sebagai rumah bersama yang menghadirkan pelayanan, kasih, dan penguatan iman bagi generasi masa depan.
#UniversitasPattimura
#HumasUnpatti















