OPINI

Permenpan No. 17/2013: Dosen Minimal S2, Profesor Wajib Tulis Karya Ilmiah

PDF Print E-mail
SETKAB    Sunday, 02 June 2013 06:15  Read: 552 times
Share

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar pada 15 Maret lalu, telah mengeluarkan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 17 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya sebagai pengganti Keputusan Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya.

Dalam Permenpan ini disebutkan, bahwa tugas pokok jabatan Akademik Dosen adalah melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dengan instansi pembina Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Jabatan Akademik Dosen merupakan jabatan keahlian, dari yang paling rendah sampai dengan yang paling tinggi, terdiri dari: a. Asisten Ahli; b. Lektor; c. Lektor Kepala; dan d. Profesor,” bunyi Pasal 6 Ayat (1,2) Permenpan itu.

Adapun jenjang pangkat, golongan ruang setiap jenjang jabatan Akademik Dosen adalah: a. Asisten Ahli, Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b; b. Lektor terdiri dari: 1. Penata, golongan ruang III/c, dan 2. Penata Tingkat I, golongan ruang III/d; c. Lektor Kepala, terdiri dari: 1. Pembina, golongan ruang IV/a, 2. Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b, dan 3. Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c; dan c. Profesor, terdiri dari: 1. Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d, dan 2. Pembina Utama, golongan ruang IV/e.

Pangkat, golongan ruang untuk masing-masing jenjang jabatan Akademik Dosen, menurut Permenpan ini, ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.

Unsur dan sub unsur kegiatan jabatan Akademik Dosen yang dinilai angka kreditnya itu, meliputi: pendidikan (pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah, dan pendidikan dan pelatihan prajabatan),  pelaksanaan pendidikan, pelaksanaan penelitian, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, dan penunjang tugas dosen (menjadi anggota panitia/badan pada perguruan tinggi atau lembaga pemerintah atau menjadi anggota organisasi profesi dosen).

Rincian kegiatan dari unsur dan sub unsur kegiatan jabatan Akademik Dosen itu dirinci dalam 61 kegiatan, mulai dari kewajiban melaksanakan perkuliahan/tutorial hingga membuat/menulis karya pengabdian kepada masyarakat yang tidak dipublikasikan.

Permenpan ini juga mengatur mengenai jumlah angka kredit kumulatif paling rendah yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat Akademik Dosen.

Selain itu pada Pasal 11 Permenpan Nomor 17 Tahun 2013 ini tegas-tegas menyatakan, Profesor mempunyai kewajiban menulis buku dan karya ilmiah serta menyebarluaskan gagasannya untuk mencerdaskan masyarakat.

Pengangkatan dan Pemberhentian

Permenpan ini juga mengatur mengenai mekanisme pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan Akademik Dosen.

Disebutkan dalam Pasal 24 PP ini, bahwa PNS yang diangkat pertama kali dalam jabatan Akademik Dosen harus memenuhi syarat: a. Berijazah paling rendah Magister (S2); b. Pangkat paling rendah Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b; c. Memiliki karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal ilmiah untuk Asisten Ahli dan Lektor; dan d. Nilai prestasi kerja paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

“Pengangkatan pertama kali merupakan pengangkatan untuk mengisi lowongan formasi Calon PNS,” bunyi Pasal 24 Ayat (2) Permenpan itu.

Mengenai pengangkatan PNS dari jabatan lain ke dalam jabatan Akademik Dosen, menurut Permanpan ini, dapat dipertimbangkan apabila: a. Memenuhi persyaratan sebagaimana ditentukan di atas; b. Memiliki pengalaman mengajar (magang) pada pendidikan tinggi paling kurang 2 (dua) tahun; dan c. Tersedianya formasi untuk jabatan Akademik Dosen.

Permenpan ini juga menegaskan, bahwa Dosen dapat dinaikkan jabatannya apabila mencapai angka kredit yang disyarakat dan paling kraung 4 (empat) tahun dalam jabatan terakhir. Sementara kenaikan pangkat Dosen dapat dilakukan apabila mencapai angka kredit yang disyaratkan, dan paling kurang 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir, serta nilai prestasi kerja paling kurang bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.

Sementara kenaikan jabatan Akademik Dosen untuk menjadi Lektor Kepala atau Profesor harus memiliki ijazah Doktor (S3) atau yang sederajat.

Kenaikan jabatan akademik dosen untuk menjadi Lektor, menurut Permenpan ini, minimal wajib memiliki karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal ilmiah; Lektor Kepala minimal wajib memiliki karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal nasional terakreditasi; dan Profesor wajib memiliki karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi.

Selanjutnya, dalam ketentuan peralihan dikatakan, dosen yang telah menduduki jabatan Lektor Kepala dan belum berijazah Doktor (S3) tidak dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya, kecuali yang memiliki pangkat Penata, golongan ruang III/c dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya paling tinggi menjadi Penata Tingkat I, golongan ruang III/d.

Menyangkut pemberhentian, dalam Permenpan ini disebutkan, bahwa Dosen diberhentikan dari jabatannya apabila dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap, meninggal dunia, mencapai batas usia pensiun, atas permintaan sendiri, tidak dapat melaksanakan tugas secara terus-menerus selama 12 bulan karena sakit jasmani dan/atau rohani, dan melalaikan kewajiban dalam menjalankan tugas selama 1 (satu) bulan atau lebih secara terus-menerus.

scroll back to top
 

Add comment


Security code
Refresh

Memikir Ulang Pendidikan

P ENDIDIKAN merupakan masalah setiap orang. Namun, tidak setiap orang merasa terpanggil membenahi sistem pendidikan secara konseptual- komprehensif, termasuk mereka yang sedang berkarya di jajaran pendidikan.Melegakan bahwa kini kian banyak guru profesional...

Kepala Sekolah

S ECARA struktural, kemajuan pendidikan suatu daerah ditentukan oleh ”three musketeers”, yaitu kepala daerah, kepala dinas, dan kepala sekolah. Kepala daerah yang memiliki visi pendidikan sebagai episentrum kemajuan akan menunjuk kepala dinas yang tak...

Dosen Tak (Boleh) Hanya Mengajar

T ERTIDUR di ruang kuliah bagi mahasiswa sudah hal lumrah. Dua hari yang lalu saya melihat mahasiswa saya tertidur nyenyak telentang di lantai seperti sangat kelelahan dan tak menyadari bahwa kuliah sudah dimulai.Saya terus saja kuliah dengan prinsip...

Dalam Cengkeraman Ilmu Dasar

S ETIAP bangsa punya pilihan: melahirkan atlet bermedali emas atau perenang yang tak pernah menyentuh air; melahirkan sarjana yang tahu ke mana langkah dibawa atau sekadar membawa ijazah.Tak termungkiri, negeri ini bu- tuh lebih banyak orang yang bisa...

Diskriminasi Masuk Perguruan Tinggi Negeri

I RONIS! Mungkin kata ini yang paling tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi dalam penerimaan mahasiswa baru di seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia. Cukup mengakses website https://web.snmptn.ac.id/ptn/11, pembaca dapat melihat daftar perguruan...

Mengadili Kebijakan

K ASUS Bank Century dalam konteks hukum administrasi negara menimbulkan pertanyaan hukum, dapatkah kebijakan dalam nuansa kewenangan diskresi diadili atau dikriminalisasi?Untuk menjawab itu perlu ditelusuri mekanisme pemberian talangan. Kasus bermula...

Kinerja Riset Perguruan Tinggi Kita

S EORANG teman menulis pepatah: jika ingin membangun kota, dirikanlah sekolah; jika ingin membangun negeri, dirikanlah universitas. Saya menambahkan: jika ingin membangun negeri yang maju, dirikanlah universitas yang bermutu. Saat ini, terdapat sekitar...

Kementerian Pendidikan Tinggi dan Ristek

P ADA Konvensi Kampus X dan Temu Tahunan XVI Forum Rektor Indonesia di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 30 Januari 2014, saya selaku pembicara kunci melontarkan gagasan penggabungan Ditjen Pendidikan Tinggi (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)...

Fokus Tri Dharma Perguruan Tinggi

M ENANGGAPI artikel Prof Hendra Gunawan dari ITB (Kompas, Sabtu, 25/1/14) mengenai layaknya meninjau ulang Tri Dharma Perguruan Tinggi yang seharusnya memberikan penekanan pada penelitian terlebih dahulu baru pendidikan, saya mempunyai beberapa pertimbangan...

Universitas, Rumah Belajar

S EBAGAI salah satu pembicara utama dalam Konvensi Kampus X dan Temu Tahunan XVI Forum Rektor Indonesia di kampus Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jumat (30/1), Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman sempat memicu drama kecil. Irman melontarkan...

Wisuda April 2014

KAMPUS POKA — Rektor Universitas Pattimura sebagai Ketua Senat membuka rapat senat terbuka luar biasa pada acara Wisuda periode April 2014, Rabu (2/4) di Gedung Auditorium Kampus Poka. Acara yang dihadiri...

2.914 Pendaftar SNMPTN di UNPATTI

KAMPUS POKA — Pendaftaran SNMPTN telah ditutup sejak 31 Maret 2014 pada pukul 18.00 WIB, begitu juga pendaftaran Bidikmisi yang telah ditutup lebih awal. Siswa yang mendaftar di UNPATTI sebanyak 2.914...

Baru 46 Sekolah di Maluku yang Mendaftar SNMPTN

KAMPUS POKA — Sesuai data yang diperoleh melalui situs Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), baru didapati hanya 46 Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat di Provinsi Maluku yang...

Anies Baswedan: "Di Lagu-Lagu Kita Puji Guru, Tapi Nasibnya Tidak Dipikirkan"

KAMPUS POKA —  "Mari kita istimewakan guru-guru kita, istilahnya kita VIP-kan guru kita," ujar Anies Baswedan saat mengunjungi kampus UNPATTI saat memberikan ceramah ilmiah dengan tema: "Peran Perguruan...

Akses Perhubungan di Maluku Jadi Perhatian Pempus

KAMPUS POKA — Secara geografis, Maluku memiliki kondisi kepulauan yang berbeda dengan provinsi lainnya di Indonesia. Provinsi seribu pulau ini memiliki 97,5 persen laut dan 2,5 wilayah daratan. Karena...

Rapat Kerja Pimpinan 2014

KAMPUS POKA — Universitas Pattimura kembali menjadwalkan Rapat Kerja Pimpinannya pada Selasa-Sabtu (18-25) kemarin. Kegiatan Bimbingan Teknis Perencanaan dan Penyusunan Program, Kegiatan dan Anggaran 2015...

Fakultas MIPA Unpatti Dituntut Berkontribusi Bangun Maluku

KAMPUS POKA — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Unpatti dituntut memberikan kontribusi dengan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompetensi, profesional dan mempunyai kapasitas...

Pra Kongres Pancasila VI

KAMPUS POKA — Seminar Forum Group Discussion (FGD) Pakar III yang mengambil tema "Pancasila Sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa", yang dilakukan Rabu (22/01) berlangsung di Aula UNPATTI Ambon sebagai langkah...

Gita Wirjawan Beri Kuliah Umum di UNPATTI

KAMPUS POKA — Mengawali Tahun 2014 ini, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan adalah tamu pertama yang memberikan kuliah umum di Universitas Pattimura, Ambon, Kamis, 16 Januari 2014. Gita diberi kehormatan...

Seminar Nasional Pendidikan Matematika

KAMPUS POKA — Bertempat di Aula Rektorat Universitas Pattimura  pada hari Selasa, 03 September 2013 dilaksanakan Seminar Nasional Pendidikan Matematika dengan mengambil tema “PEMBELAJARAN MATEMATIKA YANG...

KOLOM MAHA-PATTI

Kolom MAHA-PATTI disediakan untuk mahasiswa berkreasi melalui tulisan, fotografi bahkan karya komik. Lewat kolom ini, mahasiswa dapat mengirimkan berbagai liputan kegiatan tentang dunia mahasiswa, mulai dari dalam kampus sampai pada kegiatan di luar kampus. Kirimkan kreativitasmu ke alamat email: maha-patti@unpatti.ac.id. Selamat bergabung dan menjadi bagian dari komunitas muda kampus yang kreatif.