Menggali Harta Karun Terpendam Laut Maluku

  • Provinsi Maluku memiliki laut yang sangat kaya. Kekayaan laut Maluku jelas terlihat dari potensi perikanan yang diestimasi sebesar 1.72 juta ton per tahun, dan merupakan 26,4 persen potensi perikanan nasional. Keindahan pantai dan alam bawah laut Maluku juga memiliki potensi pariwisata bahari yang sangat besar. Selain itu, laut Maluku juga  menyimpan berbagai macam mineral, minyak dan gas dalam jumlah yang sangat besar. Salah satu sumber gas alam yang sangat besar adalah blok Migas Abadi Masela. Kekayaan laut sebesar ini apabila dikelola dengan baik barangkali akan membuat Provinsi Maluku menjadi salah satu Provinsi terkaya di Indonesia, atau paling tidak mengangkat Maluku keluar dari kelompok propinsi termiskin di Indonesia. Karena besarnya sumberdaya perikanan di Maluku, maka Maluku diusulkan menjadi Daerah Lumbung Ikan Nasional (LIN). Namun, salah satu potensi laut Maluku yang merupakan harta karun terpendam dan belum tersentuh selama ini adalah potensi bahan obat yang berasal dari biota laut. Sebagai salah satu provinsi yang terletak di jantung terumbu karang dunia, laut Maluku memiliki keragaman jenis biota laut yang sangat tinggi. Laut Maluku diestimasi memiliki ribuan jenis ikan, karang, spons, dll. yang masing-masing berpotensi menyimpan bahan bioaktif yang dapat dipergunakan sebagai bahan obat untuk berbagai penyakit. Sayangnya, potensi yang luar biasa ini masih terlupakan atau terabaikan dalam setiap pembahasan tentang potensi perikanan laut Maluku atau laut Indonesia secara keseluruhan. Memang dibutuhkan waktu untuk menemukan dan memproduksi bahan obat hingga sampai menjadi obat baru dibutuhkan teknologi canggih, waktu yang sangat lama dan biaya yang sangat besar. Pada tahun 2014 Tu fts Center for the Study of Drug Development (CSDD) merilis temuan mereka yang sangat mencengangkan, bahwa dibutuhkan lebih dari 10 tahun dengan biaya sekitar 2.6 miliar dollar atau setara dengan 34,9 triliun rupiah untuk memproduksi obat mulai dari penelitian awal sampai obat tersebut bisa dijual. Lalu mengapa perusahan farmasi raksasa masih mau membuang uang sebanyak itu untuk menemukan obat yang baru? Karena menurut berita yang dirilis BB C pada tahun 2014, Perusahan-perusahan tersebut mendapat keuntungan sekitar 42% dari penjualan obat-obat baru mereka. Sebagai contoh, rata-rata obat kanker memiliki nilai sekitar 3 miliar dollar atau sekitar 40 triliun rupiah setahun yang berarti bahwa hanya dalam kurun waktu 1 tahun mereka sudah mendapat keuntungan besar walaupun mereka telah mengeluarkan 2.6 miliar dollar atau sekitar 34,9 triliun rupiah selama lebih dari sepuluh tahun. Bukan hanya obat kanker tetapi obat lain juga memiliki keuntungan yang luar biasa. Sebagai contoh perusahan obat Gilead meraup keuntungan sebesar 3.5 miliar dollar atau sekitar 46,7 triliun rupiah hanya dalam waktu 3 bulan akibat penjualan obat hepatitis C yang bernama Sovaldi. Keuntungan sebesar ini hanya bisa ditandingi oleh bank-bank besar. Lalu seberapa besar potensi bahan obat yang ada di laut Maluku? Laut kita memiliki ratusan ribu jenis biota laut, jadi kalau dari sekian banyak biota laut, kita bisa mendapatkan ratusan jenis bahan obat saja, maka bisa dibayangkan berapa pemasukan bagi Provinsi Maluku dan Indonesia secara keseluruhan, apabila setiap obat bernilai sekitar 3 miliar dollar atau 40 triliun rupiah. Apalagi bila kita bisa menghasilkan ribuan bahan obat. Belum lagi potensi laut dalam kita yang banyak memiliki biota-biota dengan ensim-ensim dan bahan bioaktif yang tidak lazim ditemukan pada biota laut umumnya. Perlu dicatat  adalah bahwa sumberdaya laut yang kita gunakan sebagai bahan obat adalah sumberdaya yang dapat diperbaharui, tidak seperti sumberdaya mineral, gas dan minyak yang akan habis seiring waktu. Belajar dari pengalaman masa lalu, kita sudah harus mempersiapkan sumberdaya manusia, peralatan dan dana riset yang memadai untuk mengeksplorasi, meneliti, dan mengelola sumberdaya laut kita untuk menghasilkan bahan obat dan obat dari ratusan ribu organisme laut yang kita miliki. Mari bersama kerja keras untuk mempersiapkan generasi berikut agar bisa bersaing di tingkat internasional.   Gino V….

    07 Apr
    07 Apr
  • Dalam konteks Persatuan dan Kesatuan Bangsa, “Kalau dulu Bung Karno yang ‘melahirkan dan menyatukan bangsa ini, kemudian Gus Dur lah yang ‘menyatukan dan memelihara’ bangsa ini sehingga tetap satu dan kokoh dan tidak terpecah-belah. Hal itu dikatakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Drs. H. Muhaimin Iskandar, M.Si atau sering dipanggil dengan nama Gus Imin atau Cak Imin pria kelahiran Jombang 50 tahun lalu yang juga adalah ponakan Gus Dur, sewaktu memberikan pencerahan dalam bentuk Kuliah Umum bertempat di Aula Rektorat Lt. II kepada Civitas Akademika UNPATTI dengan tema “Melanjutkan Pemikiran dan Perjuangan Gus Dur”. Rektor UNPATTI Prof. Saptenno, dalam welcome speechnya menyampaikan selamat datang kepada Cak Imin dan rombongan di Kampus UNPATTI, kampus “Orang Basudara”. Rektor berharap dengan tema yang diusung ini para mahasiswa kedepan nantinya mewarisi pikiran-pikiran Gus Dur yang luar biasa dan dapat membentuk karakter sebagai seorang nasionalis sejati. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNPATTI, Dr. Jusuf Madubun, M.Si, yang bertindak sebagai moderator diawal pengantarnya menyebutkan bahwa pemikiran-pemikiran dan perjuangan Gus Dur hendaknya kita perjuangkan sebagai suatu komitmen bersama dan berharap secara ideologis pemikiran dan perjuangan Gus Dur tersebut dapat diteruskan oleh Cak Imin dalam mengawal persatuan dan kesatuan bangsa. “Dalam konteks berbangsa dan bernegara, agama itu suatu kemuliaan, seseorang tidak boleh di bedakan dan dipisahkan hanya menganut agama yang berbeda karena semua agama memanusiakan manusia Semua agama meletakkan Tuhan sebagai tempat yang sakral untuk kemuliaan manusia karena ciptaan Tuhan yang paling sempurna adalah manusia.” Kata Cak Imin. Diakhir kuliah umumnya, Cak Imin menyampaikan 9 prinsip (nilai-nilai pokok) Gus Dur, yaitu; Tauhid (Ketuhanan), Kemanusiaan, Keadilan, Kesetaraan, Pembebasan (Liberty), kesederhanaan, Persaudaraan, Kesatriaan (gentleman), dan Kearifan tradisi. “Unpatti harus menjadi Laboratorium sekaligus monumen persatuan dan kesatuan nasional untuk bisa menjadi pelajaran bagi bangsa kita hari ini dan dimasa-masa yang akan datang” himbau Cak Imin. Turut bersama Cak Imin, Anggota DPR-RI Fraksi PKB Ibu Anik Manaf, Marwan Jafar mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (2014-2016), staf khusus Menteri Pembangunan Desa, Zainul Staf Khusus Menpora, Ketua PKB Maluku Basri Damis dan staf lainnya.

    05 Apr
    05 Apr
  •  (24/03/2017), Bertempat di Aula Rektorat Lt. II Kampus UNPATTI, Rektor Universitas Pattimura Prof. Saptenno memberikan pengantar dan membuka secara resmi Kuliah Umum dari Prof. Dr. Jacob E Sahetapy, SH., MA kepada civitas akademika Universitas Pattimura yang mengusung tema “Hukum Pidana Indonesia Suatu Perspektif”. Dalam pengantarnya, Rektor mengemukakan bahwa dalam rangka dies natalies ke 54 tahun ini, ada begitu banyak para pakar dari berbagai bidang ilmu ingin datang ke UNPATTI untuk memberikan pencerahan kepada civitas akademika UNPATTI, namun belum banyak yang memperoleh kesempatan itu. Saat ini kita patut syukuri bahwa  hadir di tengah kita untuk memberikan pencerahan secara langsung  bagi kita, seorang Guru Besar Ilmu Hukum Prof. Sahetapy yang hanya kita kenal dan melihat beliau di televisi, diantaranya dalam acara ILC. Di usia beliau yang telah 85 Tahun, Rektor menyampaikan konsep hidup sehat yang patut di tiru dari beliau ialah Konsep Hidup Bersih; bersih kelakuan, perilaku, dan bersih dalam bertindak dan perkataan. Disampaikan pula oleh Rektor bahwa civitas akademika yang hadir saat ini tidak hanya berasal dari fakultas hukum saja namun dari berbagai disiplin ilmu pada fakultas lain di UNPATTI, hal ini dimaksudkan agar semua civitas dapat mengetahui apa itu hukum pidana dan bisa memproteksi diri untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan hukum. Dengan di moderatori oleh Dr. John Pasalbessy, SH, MHum., dalam materi nya Hukum Pidana Indonesia Suatu Perspektif,  dikemukakan oleh beliau bahwa setelah Indonesia merdeka, maka diterbitkan Undang-Undang 1946 No. 1 tentang Peraturan Hukum Pidana. Ini adalah undang-undang pertama yang bertalian dengan perundang-undangan hukum pidana, yang ditetapkan di Jogjakarta pada tanggal 26 Februari 1946. Yang penting dari undang-undang ini, yaitu memberlakukan kembali Wetboek van Strafrecht voor Nederlands Indie (KUHP, yang dahulunya adalah Code Penal dari Perancis) yang berlaku pada tanggal 8 Maret 1942. Lebihlanjut beliau mengatakan bahwa dari 4 buku Code Penal kemudian dijadikan 3 (tiga) buku W.v.S.v.N., yang diteruskan ke Indonesia berdasarkan asas konkordansi dan kini dikenal sebagai KUHP dengan 3 buku (algemeene bepalingen, misdrijven en overtredingen) yang dikemudian hari berdasarkan Undang-Undang Nomor 73 Tahun 1958 (L.N. 1958-127) diberlakukan KUHP ini yang semula berlaku untuk pulau Jawa dan Madura (Pasal XVII), untuk seluruh Indonesia. Diakhir kuliah umumnya, Prof. Sahetapy berkesimpulan bahwa “yang jelas irah–irah yang sekarang sulit diterima. Apakah mungkin seorang hakim memutus atas nama Tuhan Yang Maha Esa, apalagi dengan mental korup”. Menurut beliau yang berpendirian irah-irah dalam putusan lebih baik menggunakan kalimat “Demi Keadilan berdasarkan Pancasila” sebagai “staatsfundamenteel norm”, di mana keadilan bisa dianalisis berdasarkan sila – sila Pancasila”.   Rangkaian Kuliah Umum diakhiri dengan penyerahan buku dan plakat dari Rektor UNPATTI kepada Prof. Sahetapy dan dilanjutkan dengan foto bersama. HOTUMESE

    24 Mar
    24 Mar
  • (23/03/2017), Rektor UNPATTI Prof. Saptenno didampingi Wakil Rektor Akademik Prof. Rieuwpassa dan Ketua LP3MP Dr. Pagaya, melakukan kunjungan dalam rangka mendapat gambaran percepatan proses penyusunan Borang dan Evaluasi Diri untuk pengajuan re-akreditasi 4 Program Studi yang ada di Fakultas teknik, menemui jajaran pimpinan disana; Dekan, Para Wakil Dekan, Para Ketua Jurusan dan Para Ketua Program Studi. Dilaporkan oleh Dekan Fakultas Teknik Ir. D. Ilela, MT, bahwa proses penyusunan Dokumen Borang dan  Evaluasi Diri sudah mencapai diatas 80% pengerjaannya. Hal ini terlaksana berkat Tim Borang Prodi yang dibentuk telah bekerja keras menyusun dokumen Borang dan Evdir tersebut. Wadek Akademik Fak. Tenik Ir. Richardus Ufie, MT (Pak Ris), menyambung laporan yang disampaikan Dekan, melaporkan bahwa untuk Prodi Teknik Perkapalan dan Prodi Teknik Industri oleh Pak Ris dikatakan bahwa kedua prodi ini penyiapannya dokumen Borang dan Evdir nya sudah hampir rampung dan akan disimulasi bersama auditor internal LP3MP UNPATTI, sementara Prodi Teknik Mesin dan Teknik Sistim Perkapalan yang juga sudah berproses akan merampungkan penyusunan dokumennya dalam waktu dekat. Sedangkan, Prodi Teknik Sipil dan Perencanaan Wilayah Kota belum dalam tahap re-akreditasi karena kedua prodi masih berstatus Mandat dan masih terus berproses pada tahap penyiapan laporan ke DIKTI, namun penyiapan dokumennya juga diarahkan ke format borang akreditasi prodi. Disampaikan pula bahwa dalam Rapat Senat Fakultas Teknik kedua prodi Mandat ini telah disetujui untuk pembentukannya sebagai jurusan, karena selama ini keduanya masih ditautkan dengan Prodi Teknik Perkapalan, dan dokumennya sedang diproses untuk disampaikan kepada Rektor. Rektor dalam arahannya meminta agar tim borang tiap prodi bekerja ekstra untuk penyelesaian penyusunan Borang dan Evdir dan diharapkan sudah bisa dikirim ke BAN-PT pada akhir April Tahun ini. Dengan target mendongkrak perolehan nilai C pada seluruh prodi menjadi Penilaian B bahkan tidak menutup kemungkinan langsung memperoleh Penilaian A. Terkait dana untuk mendukung proses prodi menyusun dokumen, Rektor menegaskan bahwa tiap prodi akan mendapat stimulus dana sebesar dua puluh lima juta rupiah bagi masing-masing prodi. Hal ini ditegaskan agar bagi prodi yang sudah mendapat nilai A perlu diupayakan untuk dipertahankan, sementara yang mendapat nilai B akan diupayakan untuk memperoleh nilai A, demikian pula prodi dengan nilai C untuk memperoleh nilai B bahkan kalau bisa langsung memperoleh nilai A. Rektor menekankan bahwa dalam upaya menyusun borang, ada beberapa indicator key yag harus diperhatikan, yakni Sumberdaya Manusia (dosen dan mahasiswa, tenaga kependidikan), dan Sistim Informasi. Dengan sistim informasi yang baik dan terintegrasi akan sangat menunjang perolehan nilai akreditasi bagi prodi dan juga penilaian akreditasi institusi. Dan yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian serius adalah izin penyelenggaraan prodi yang rata-rata berakhir di tahun 2018 Rektor meminta untuk segera berproses memperpanjang izin tersebut. Hotumese.

    23 Mar
    23 Mar
  • (20/03/2017), bertempat di Auditorium Kampus UNPATTI, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. F. Rieuwpassa, MS, meresmikan pembekalan mahasiswa KKN Angkatan 43 Gelombang II Tahun Akademik 2016/2017. Pembekalan Mahasiswa ini mengusung tema “ Peningkatan Kualitas SDM yang Inovatif dalam rangka Pengembangan Ekonomi Kreatif”. Ketua Panitia Pelaksana Dr. Ir. Tirza Kakisina, MT dalam laporannya melaporkan bahwa Dasar Pelaksanaan Kegiatan Pembekalan dan Pelaksanaan KKN ini berdasar pada Surat Keputusan Rektor Universitas Pattimura Nomor 226/UN13/SK/2017 yang bertujuan memberikan bekal berupa pengetahuan dan ketrampilan kepada mahasiswa sehingga mereka mampu berkontribusi positif bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sekitar tempat dilaksanakannya KKN yang dibagi keberbagai Kota/Kabupaten; Kota Ambon, Maluku Tengah, SBB, MTB dan Kep. Aru. Kegiatan pembekalan berlangsung selama dua hari pada 20-21 Maret2017, jumlah Mahasiswa yang mengikuti pembekalan ini 1.524 mahasiswa; FKIP 177, Fakultas Hukum 215, Fakultas Pertanian 157, Fakultas Perikanan 177, Fakultas MIPA 112, FISIP 283, Fekon dan Bisnis 275, Fak. Teknik 95, dan FK 33 mahasiswa. Beberapa narasumber diturunkan untuk membekali para mahasiswa KKN tersebut, diantaranya; Kol. Mokoginta Sihotang, Staf Ahli Pangdam XVI Pattimura bidang Ideologi yang membawakan materi berjudul ‘Emas, Biru dan Emas Hijau’., Dr. Jusuf Madubun, M.Si, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dengan materi ‘Problem Solving’, Kemudian Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. Dominggus Male, M.Sc dengan materi ‘Pengembangan Sistem Informasi database Desa’. Setelah ishoma, pematerian terakhir pada hari pertama dengan narasumber Ibu B.M Sri Mulyaningsi, S.Sos., dengan judul materi ‘Peranan Perpustakaan Bagi Pembangunan Desa Menghadapi Perubahan Global’. Selasa besok (21/03/2017) Kegiatan Pembekalan Mahasiswa KKN hari kedua akan digelar mulai pkl. 08.30 WIT, dengan materi ‘Pembentukan Karakter’ oleh Kolonel D. Pardede, S.IP., SH., MH., (perwakilan BIN Maluku), kemudian Kepala/Perwakilan dari BPTP BALITBANGTAN Maluku dengan materi ‘Model Pengelolaan Tanaman Terpadu pada Tanaman Sayuran’ dan diakhiri dengan materi ‘Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Kawasan Perdesaan’ oleh Dr. Maryam Sangadji, SE., ME. Acara Penutupan Kegiatan Pembekalan akan dilaksanakan sebelum ishoma. (HOTUMESE)

    20 Mar
    20 Mar
  • ( Kamis, 16/03/2017, 15.20 WIT), Rapat Pembahasan Draft AD/ART digelar di ruang kerja Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. J. Madubun, M.Si. Rapat dihadiri oleh para Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan; Dr. S. Alfons, SH, MH (Fak. Hukum), Dr. V. Ruhenlela, M.Si, (FISIP), Dr. Djufri (Fekon), Dr. G. Loupatty, M.Si (FMIPA), L. Wattimury, MT (Teknik), Kabag Kemahasiswaan dan Humas, F.O. Pattiruhu, S.Sos dan M. Soplantila, SH (Kasubbag Humas). Diwarnai dengan usul, saran, pertimbangan tertentu atas draft yang dibahas, menghasilkan bentuk draft AD/ART yang sudah hampir rampung dan perlu sekali dua pengayaan materi dan substansi serta bahasanya dalam pembahasan berikutnya sebelum di sosialisasi dan mendapat pengesahannya. WR Bidang Kemahasiswaan menyampaikan bahwa hasil pembahasan Draft tersebut akan di edit rapih kemudian akan di konsultasikan dengan Ketua Alumni UNPATTI, Bapak Dr. Z. Sahuburua, SH, MH, dan menentukan rapat pembahasan berikutnya. HOTUMESE

    16 Mar
    16 Mar
  • Jumat,(10/03/2017.) Serangkaian kegiatan menyongsong Dies Natalies UNPATTI (23 April) ke 54 tahun 2017 dengan tema “Membangun Menuju Kemandirian”, di Launching Rektor UNPATTI Prof. Saptenno, bertempat di Stadion Bola Kampus UNPATTI. Kegiatan diawali dengan jalan santai bersama civitas akademika mengelilingi lingkar luar dan dalam kampus dengan diiringi marchingband, dilanjutkan dengan penanaman pohon di sekitar stadion, senam aerobic, sepakbola dan pembagian doorprize. Hadir dalam kegiatan ini, Bapak Benny Kainama yang mewakili Walikota, juga berbagai perutusan perwakilan antaranya dari Pangdam XVI Pattimura, Kapolda Maluku, perwakilan PT Bank BTN cabang Maluku, Para Wakil Rektor, Para Dekan, Ketua Lembaga dan civitas Universitas Pattimura dan pegawai tenaga kependidikan dan mahasiswa. Rangkaian kegiatan di bidang olahraga yang akan digelar dalam bulan Dies kali ini yaitu sains dan seni meliputi berbagai lomba; lomba foto, lomba nyanyi solo tingkat Dosen, Karyawan dan Mahasiswa, lomba mancing terbuka umum,lomba perahu manggurebe, lomba catur, lomba futsal, lomba karya tulis ilmiah antar mahasiswa, sarasehan nasional, ziarah ke mantan Rektor dan sesepuh, dan berbagai kegiatan lainnya.  

    10 Mar
    10 Mar
  • Rektor Universitas Pattimura menerima kunjungan Ketua Alumni Universitas Pattimura Bapak Z. Sahuburua, SH, MH yang juga sebagai Wakil Gubernur Maluku. Rektor sangat berterimakasih atas kerjasama Pemerintah Daerah Maluku selama ini, kemitraan UNPATTI dengan Pemda Maluku diharapkan dan akan terus ditingkatkan dimasa mendatang. Selanjutnya, Bapak Z Sahuburua menuju ruang kerja Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Jusuf Madubun, M.Si untuk rapat bersama dengan Para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan masing-masing fakultas, kepala Biro AKPHM, Drs. J. Ririhena, Kabag Kemahasiswaan dan Humas dan Kasubbag Humas untuk membahas peningkatan, kepengelolaan, dan kepengurusan alumni Universitas Pattimura. Disampaikan oleh Ketua Alumni bahwa kepengelolaan alumni akan di optimalkan peran dan kontribusi alumni, untuk itu diperlukan manajemen kepengelolaan alumni agar seluruh kegiatan alumni dapat teroptimalkan dan tertata dengan baik, bahwa saat ini optimalisasi kepengelolaan alumni belumlah berjalan optimal. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni merasa sangat senang dengan adanya kemitraan kerja dengan pengurus alumni, dan meyakinkan bahwa ada kekuatan dan potensi besar dari para alumnus bagi pengembangan almamater dan  memberdayakan alumni Univeritas Pattimura. Dengan masukan dan saran dari para Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan juga Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Drs. J. Ririhena, disepakati beberapa hal, antara lain:  akan mereview AD/ART sebagai dasar hukum penyelenggaraan dan kepengelolaan alumni, mendata ulang fakultas yang sudah memiliki jaringan alumni, dan mengadakan/mengusulkan fakultas yang belum memiliki jaringan fakultas agar segera membentuk organisasi dan kepengurusannya, termasuk hal keanggotaan, sarana dan prasarana kantor alumni yang representatif direncanakan segera dibangun Gedung Kantor Ikatan Alumni Universitas Pattimura di area kampus UNPATTI. Hasil rapat kemudian membagi beberapa pekerjaan yang harus dituntaskan Maret ini. Peserta rapat yang ditugaskan untuk membuat draft AD/ART adalah Kabiro AKPHM dibantu oleh Kabag dan Kasubag Humas sementara Sketsa Gedung Kantor Alumni akan dirancang oleh Wadek III Fak Teknik, Ir. Latuhorte Waatimury, MT., dan Wadek III lainnya ditugaskan untuk mendata, menginformasikan, kepengelolaan alumni, dan keberadaan kekinian alumni di fakultas masing-masing. Dengan demikian pada pertemuan selanjutnya akan diagendakan pembahasan dan penetapan AD/ART, sketsa Gedung Alumni dan proses pelantikan kepengurusan alumni yang sudah dibentuk di tingkat fakultas. HOTUMESE.

    03 Mar
    03 Mar
  • Unpatti, (24/2). Sejak dilantik pada 24 Pebruari 2016 tak terasa setahun sudah Universitas Pattimura berada dibawah kepemimpinan Prof. M.J. Saptenno, SH., M.Hum. Sebagai ucapan Syukur atas setahun kepemimpinan yang sudah berjalan setahun ini , Rektor beserta seluruh staf, para Dosen, para Dekan , para Anggota Senat,Para Kepala Biro, Kabag dan Kasubag dalam lingkungan Universitas Pattimura yang di hadiri juga oleh  para sesepuh mengadakan  syukuran  yang diadakan dengan sederhana berlangsung di Aula Lantai II Rektorat Unpatti. “ Hari ini 24 Pebuari genap satu tahun pengabdian saya sebagai Rektor Universitas Pattimura, berarti tiga tahun ke depan merupakan jangka waktu sangat pendek untuk membenahi dan mendorong Unpatti menjadi Perguruan tinggi yang unggul baik regional maupun nasional  ”  jelas Rektor dalam sambutannya. Lanjut Rektor, untuk menjadi Universitas yang Unggul perlu adanya kerja keras, dan kerja keras ini tidak hanya unsur  pimpinan saja  namun perlunya dukungan dari semua kita yang merupakan bagian dari keluarga besar Universitas Pattimura. Banyak hal yang masih harus kita benahi, baik dari segi Akademik, Kemahasiswaan, IT, sampai pada akreditasi prodi-prodi kita, untuk itu mari kita bersama merasa bertanggungjawab untuk semua tugas yang kita kerjakan demi membangun lembaga ini. Tambahnya, untuk proses pendidikan, Rektor menekankan dengan tegas  pada Dosen untuk dapat menjalankan tugas dengan baik. Di akhir sambutannya, Rektor berharap  sebagai keluarga besar Kampus Universitas Pattimura harus memiliki rasa cinta pada kampus “saya berharap kita semua dapat merasa mencintai kampus ini, sehingga ketika kita kerjakan segala sesuatu, kita memiliki rasa tanggungjawab” Tandasnya. Hotumese.

    24 Feb
    24 Feb
  • UNPATTI, (24/2), Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Hubungan Masyarakat (AKPHM)  Universitas Pattimura Drs. J. Ririhena,  melepas 120 peserta Diklat Ketrampilan Pelaut (DKP) gelombang III dengan seremoni kegiatan berpusat di Aula Lantai II Rektorat Universitas Pattimura.  Pelepasan peserta diklat ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa dimana pada Gelombang I yang telah dilepas adalah sebanyak 120 orang dan Gelombang II sebanyak 140 orang. Kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama Universitas Pattimura dengan Kanwil Perhubungan Maluku dan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar. Acara tersebut dihadiri oleh pejabat struktural Biro Akademik bidang kerjasama diantaranya Kasubag Evaluasi Pelaksanaan Program dan Anggaran, Kasubag Kerjasama dan fungsional umum lainnya dalam lingkungan Universitas Pattimura. Dalam arahannya Drs. J. Ririhena mengatakan Diklat yang akan berlangsung selama 15 hari terhitung dari tanggal 27 Pebruari – 13 Maret 2017. Ini merupakan suatu kesempatan yang baik, karena ada 17 ribu orang yang akan direkrut untuk dapat mengikuti Diklat tersebut, dan merupakan kebanggaan tersendiri bagi mereka yang terpilih mengikuti Diklat. Lanjutnya, untuk menjadi seorang pelaut harus memiliki semangat yang tinggi, waktu 15 hari ini harus dipergunakan dengan sebaik mungkin, ambil kesempatan ini, belajar dengan baik karena tidak semua orang akan merasakan kesempatan yang ada ini. Di akhir arahannya Kepala Biro AKPHM berharap bagi seluruh peserta yang akan mengikuti Diklat agar dapat menjadi Duta-dutanya Maluku, sehingga nama Maluku tercatat memiliki prestasi. Hotumese.

    24 Feb
    24 Feb
Goto :

We usually reply with 24 hours except for weekends. All emails are kept confidential and we do not span in any ways.

Thank you for contacting us :)

Enter a Name

Enter a valid Email

Message cannot be empty